Rabu, 27 Juli 2011

Aku Ingin Belajar


Aku ingin belajar santun dari rumput liar.
Meski dunia begitu luas terhampar dihadapannya,
ia tetap setia pada tanah tempatnya tumbuh.
Walau akar masuk hingga ke perut bumi,
ia tetap bertahan ditempatnya hidup.

Aku ingin belajar bahagia dari anak - anak.
Kesedihan tak pernah ada dalam pemahamannya.
Tawa dan senda gurau berjaya dalam bawah sadarnya.
Mereka hanya mengerti kegembiraan, tak ada yang lain.
Seringkali bertengkar dalam permainan melingkar,
tak sedikitpun kebahagiaan buyar.

Aku ingin belajar bersyukur dari si miskin.
Baju kumal, muka tercoreng lumpur,
bahkan harus makan dari pembuangan sampah.
Ia tetap mampu tersenyum.
Tersenyum pada seonggok nasi bungkus yang ditemukan dipinggir jalan.
Tersenyum pada dunia dan berharap esok masih ada hari untuk menemukan makanan sisa.

Aku ingin belajar cinta kasih tanpa syarat dari Sang Guru.
Yang walau dicaci, dicerca, bahkan dipandang sebelah mata, tetap mampu bertahan dalam diam.
Menulusup ke untaian kelahiran dan mengerti konsep sebab - akibat.
Mengajarkan kebencian hanya akan sirna jika dibalas dengan kebaikan hati dan keikhlasan.

Kini aku berdiri disini dalam sebuah renungan dan pengamatan.
Mencoba mengerti walau sulit diteliti oleh akal.
Memilih apa yang pantas dipilih.
Melihat apa yang dilihat.
Mendengar apa yang didengar.
Aku tetap tak bergeming.

24 Jam


Banyak manusia telah menyakinkan bahwa 24 Jam dalam sehari tak lagi cukup menemani hidup.
Dulu aku sempat geli dengan pernyataan tersebut dan mulai berteori bahwa hanya orang - orang bodoh saja yang hidupnya bisa disetir oleh waktu.
Namun, kini aku sama bodohnya dengan orang - orang yang kuanggap bodoh dikala itu.
24 Jam ternyata tak cukup untuk dilalui.

Bangun tidur dipagi hari, pergi bekerja hingga petang hari lalu kembali pulang kerumah. Di malam hari hanya bersantai atau mungkin bercengkrama dengan orang tua kemudian tidur kembali untuk istirahat memulai aktifitas yang sama lagi dihari esok.

Aku sudah terkukung dan terpasung oleh persepsi masyarakat mengenai 'keharusan' menjadi orang dewasa. Siapa yang mengharuskan? Tak ada yang tahu namun ironisnya semua orang menjalani rutinitas yang bahkan pencetusnya saja tidak ada yang ingat.

Apa yang sebenarnya dicari oleh orang - orang super sibuk itu? Apa pula yang dicari oleh gembala - gembala dan pedagang itu? Apa yang dicari oleh para pejabat itu? Apa yang dicari oleh para karyawan swasta itu? Apa yang dicari oleh semua orang? Apa? Apa yang dicari oleh ku dari 24 Jam itu?

Waktu seakan sesuatu yang ditakuti oleh banyak orang. Mereka tak menyembah sang waktu akan tetapi sudah jelas hidup mereka penuh dengan 'deadline'. Artinya semua sudah ada jadwalnya. Waktu yang telah menjadi penentu kehidupan mereka.

24 Jam telah membius aku, kamu, kita, mereka, kalian pula. Menganggap bahwa dunia hanya bisa dijelajahi oleh waktu. Memakai batasan waktu sebagai tolak ukur ternyata hal paling naif yang pernah terlintas dalam alam pikiran ku ini.

Lantas apa itu waktu? Mengapa 24 Jam dalam sehari terasa begitu mengikat alam pikiran hingga nyaris membuat gila? Bagaimana bisa segala hal menjadi tampak tergesa - gesa dan tak biasa? Waktu itu apa? Waktu itu siapa? Efeknya mampu membuat sengsara.

Disini aku duduk termenung. Ditemani setumpuk pekerjaan yang menggangap bahuku tempat yang pantas untuk menopang beban. Hidupku tak lagi sama dengan kemarin kemarinnya lagi dan kemarin kemarin. Ahh semua masih saja terhubung 'waktu' dan akan selalu dihubungkan dengan 'waktu'. Sampai kapan aku bisa terdiam hanya mengamati tanpa mencari tahu apa itu waktu? siapa itu waktu?

Kamis, 21 Juli 2011

Kenapa harus punya pacar?



Banyak orang bertanya sama gue.

"Ya lo kenapa gak punya pacar?"

"Ya cowo lo anak mana?"

"Ya malem mingguan sama siapa?"

atau bahkan ada yang bilang

"Ya, kenapa sih gak terima aja cowo yang suka sama lo. Lo mau apa jadi perawan tua lantaran pilih - pilih sampe seumur sekarang?"

What the hell yeah!!!! I'm 20 years old right now and I'm still young!!

Kenapa sih orang - orang itu? Jujur gue gak ngerti dengan pandangan masyarakat pada umumnya yang terikat sama suatu "KEHARUSAN" yang sebenarnya gak "HARUS" dilaksanakan. Gue tau, punya pacar itu sah. Tapi, sejak kapan punya pacar menjadi semacam KEWAJIBAN diantara masyarakat kita yang demokratis ini? Apa menurut mereka, punya pacar itu wajib di usia - usia seperti gue ini?

Jawabannya absolutly NO!

Punya pacar itu pilihan bro. Setiap orang berhak memilih apa yang menjadi keputusan terbaik didalam hidupnya. Dan dalam sudut pandang gue, sungguh lucu ketika dengan gamblang gue bilang keseluruh dunia kalau gue Single dan gue gak suka pacaran tapi orang malah terheran - heran sama keputusan gue ini.

Yaiiikksss, apa yang salah????!!

Sekarang gini coba kalian pikirkan secara matang. Pemikiran yang berdasarkan pandangan luas mengenai kehidupan, bukan pemikiran dangkal yang dipasung sama hasil konvensi masyarakat.

Lo masih muda, masa depan lo masih terbentang luas diantara banyaknya pilihan yang bisa dengan mudah lo pilih. Lo punya banyak angan - angan dan ekspektasi didalam kehidupan lo. Lo punya target - target yang harus lo capai demi meningkatkan kualitas kehidupan lo. Dari sini kemudian lo berpikir bahwa, kenyataannya punya pacar tak seindah dibayangannya. Kenapa? Ketika lo punya pacar lo berarti memiliki lagi satu beban moril didalam hidup lo. Kenapa beban?

Banyak orang naif didunia dengan bilang bahwa dengan berpacaran lo bisa berbagi suka duka dan beban. Jawaban yang salah total! Sejak kapan, segala masalah dalam hidup lo bisa dilimpahkan begitu aja ke orang lain yang dikatakan sebagai 'Pacar'? Sejak kapan sebuah beban dalam hidup lo bisa dibagi dua dengan orang lain padahal sudah jelas segala hal hanya akan terselesaikan oleh diri kita sendiri. Inilah yang salah dari pemahaman orang. Orang terlalu terkungkung kuat oleh keinginan - keinginan hingga akhirnya merasa bahwa itu sebuah kebutuhan lalu bertransformasi menjadi kewajiban. Sungguh lucu.

Keputusan untuk menjadi "SINGLE" merupakan keputusan mudah, namun bukan keputusan main-main. Berdasarkan hasil pengamatan gue yang lalu gue cerna dalam sel - sel otak gue, bisa dikatakan hampir 80% orang yang punya pacar itu hidupnya gak bahagia? Hmmm, gak percaya? Lets think about this..

Ketika seseorang memutuskan pacaran, mereka pasti berharap sebuah kebahagiaan bisa hadir dan bertambah lengkap. Ketika seseorang diterima cintanya oleh orang lain betapa bahagianya dan dunia serasa luar biasa indah. Padahal coba pikirkan lagi.

Saat lo berpacaran, sesungguhnya perasaan gembira dan menggebu-gebu yang lo rasakan hanyalah sebuah kebahagiaan semu. Maksudnya? Ya, kebahagiaan yang bukan rasa bahagia sesungguhnya, bukan yang sejati. Semua rasa itu merupakan sebenarnya adalah (tarik nafas dalam - dalam) PENDERITAAN yang diperhalus! Wait, gue yakin banyak yang gak setuju. Tapi inilah kenyataannya.

Mungkin lo bisa tertawa gembira dengan pasangan lo dan merasa bahwa hidup lo lengkap. Tapi pernah bayangkan kalau tiba - tiba hal yang menyedihkan menimpa kebahagiaan kalian? Secara tiba - tiba dia yang lo cintai pergi meninggalkan lo demi kekasih yang lain. Dia yang lo sayangi seketika saja berubah dan bersikap acuh. Dia yang lo kasihi tiba - tiba pergi meninggalkan lo selamanya dan tak pernah kembali. Apa yang akan lo rasakan? Hancur.

Itukah kebahagiaan yang sejati? Gue rasa lo sendiri tau jawabannya. Semua penderitaan, hanya saja derita yang berbaju indah atas nama bahagia. Membuat siapa saja lupa daratan, lupa akan esensi kehidupan yang sebenarnya, lupa semuanya. Dan itulah yang membuat gue sampai pada titik dimana pertanyaan ini selalu muncul dalam benak gue,"kenapa harus punya pacar?"

Semua manusia bahkan makhluk apapun juga, selalu melangkah dalam rangka mencari kebahagiaan. Entah dengan cara apapun dan mungkin merugikan makhluk lain tapi sebenarnya semua bertujuan mencari kebahagiaan. Begitu juga dengan keputusan yang diambil oleh lo semua yang punya pacar. Pasti pacaran ditujukan demi mencari kebahagiaan, mencari pelengkap kehidupan. Gue gak melarang orang - orang untuk pacaran, sebab itu adalah hak dan tentu sebuah keputusan yang gue hormati untuk siapapun juga. Tapi, mulai saat ini mulailah berpikir bahwa berpacaran bukanlah bertujuan melengkapi kehidupan lo. Bukan sebagai tujuan prioritas dalam hidup lo. Justru jadikan pacaran sebagai modal lo didalam menjalani kehidupan yang penuh derita ini. Dengan pacaran lo akan belajar bagaimana caranya memberi tanpa harap meminta. Dengan pacaran lo bisa banyak belajar bagaimana rasanya disakiti hingga lo gak mampu lagi untuk tersenyum namun dengan ikhlas lo maafkan mereka yang menyakiti lo. Itulah tujuan pacaran yang sebenarnya.

Gue disini, masih mengetik blog gue ini dan sambil terus berpikir tidak enaknya memiliki ikatan dengan orang lain. Bukan berarti gue bukan makhluk sosial, hanya saja gue belajar banyak dari banyak orang mengenai sebuah keterikatan itu haruslah dikikis demi menuju kebahagiaan yang sejati. Begitu pula dalam hubungan pacaran. Bukan agar hidup lo menjadi lengkap dengan memiliki kekasih tapi lihatlah dunia secara sadar! Rasa ingin memiliki pacar karena kesunyian hati hanyalah manipulasi dari hasrat keinginan dan terus akan menjadi belenggu ketika kita tidak mau 'melihat' sebuah keindahan kesendirian didalam kehidupan ini.

Selasa, 19 Juli 2011

Jamur Vs Cicak

Halooooo
Haiiii
Selamat siang...

Sejujurnya gue masih gak tau harus memulai menulis Blog itu gimana. Sapaan apa yang cocok dan gak norak norak amat, tapi berhubung dari sananya gue udah norak jadinya yah maaf kalo tiap gue baru posting, sapaan gue rada norak.

Sorry, gue mau minta maaf kalo kemaren gue nulis Blog-nya cuma setengah gitu. Awalnya niat gue mau lanjutin lagi dibawah *Bersambung. Tapi berhubung kerjaan gue kayak kuli beras jadinya gue gak bisa lanjutin Blog-nya dan gue ngelanjutin gawean gue kemaren.

Hari selasa ini gak jauh beda sama hari senin kemaren. Ngebetein dengan kerjaan banyak kayak tukang gali kuburan. Gue gak tau hubungannya apa jadi gak usah nanya lebih lanjut. Sisa perjuangan gue kemarin belom tuntas lantaran jam kerja gue udah mengharuskan gue pulang tapi kuota kerjaan masih banyak. Jadi hari ini masih lanjutin yang kemarin.

Berhubung gue tadi udah kelaperan kayak bayi kucing minta berak, makanya gue langsung bernafsu berhasrat untuk buka bekel gue hari ini. Maklum aja, walaupun udah berbulu hidung, berbulu ketek, dan bulu - bulu lain yang gak bisa gue sebutkan satu persatu, bagi gue masakan nyokap itu nomer satu enaknya. Gak ada tandingannya!!!!!!

Bau aroma acar dan nasi goreng nampol nampol hidung gue yang kata temen gue kayak pare. Gue udah gak sabar dan rada bengis kalo nyium yang enak enak. Ternyata nyokap gue bawain gue makanan lain. Gue buka bungkusnya pas gue perhatiin ada yang salah dari makanan ini.

Makanan yang gue maksud adalah Jamur. Sejenis jamur apa gue gak tau yang jelas yang warnanya putih dan bukan jamur panu pastinya. Jamurnya di goreng dan endingnya berbentuk crispy dan rasanya enak. Gue doyan banget makanan ini dan selalu minta tambah klo nyokap gue bikin dirumah. Tapi gak tau kenapa siang ini gue merasa ada yang aneh dari jamur crispy ini. Setelah gue amatin, ternyata benar! Gue langsung merinding disko. Bentuknya kayak CICAK!!!!!

Ya CICAK!!!!!!! CICAK!!!!!!!! CICAKKKKKKKKKKKKKKK!!!!

Binatang reptile musuh bebuyutan gue dari jaman perang lawan belanda!!!!! Gue benci banget sama hewan yang satu ini.. Kalo boleh gue pengen ngelarang Tuhan nyiptain tuh makhluk tapi gue yakin gak bisa, malah nanti gue yang dikutuk jadi CICAK!!!!

Jamur crispy nyokap gue mirip banget rupa bentuk dan suaranya mungkin klo bersuara, sama CICAKKKKK!!! Gue geli. Klo gue gak makan gue durhaka dan nanti masuk neraka gara - gara gak makan masakan mama gue. Tapi klo gue makan, gue bimbang nanti ternyata gue emang salah gigit taunya itu cicak beneran.

Dilema sungguh dilema..

Gue bagaikan tanpa daya ditengah ombak raksasa..
Gue bagaikan tertiup angin puyuh dari Ethiopia...
Gue bagaikan kesamber halilintar di Dufan..

45 Menit kemudian..


Nasi goreng acar --- Habis
Jamur Cicak ---- Gak bersisa..

Udah kebukti, segeli apapun gue sama makanan, gue tetep rakus.

Hikkkkssss

Senin, 18 Juli 2011

I HATE MONDAY

Hari ini hari senin. Entah mengapa pengaruh "I HATE MONDAY" selalu menyerang gue dari jaman gue kerja di Bank sampai jaman gue kerja di tempat ini (tempat yang lama - lama bikin gue jamuran). Senin selalu sukses bikin gue bete, gundah gulana, ingin berlari, depresi, dan segala macem ke-LEBAY-an yang ada di muka bumi ini. Gue merasa hari ini gue bagaikan setumpuk sampah gak berguna yang hidup di tengah - tengah lumpur isap. Gue sebenarnya gak tau gimana rasanya hidup di lumpur hisap tapi pokoknya gue merasa hidup gue bener - bener gak enak banget! (gak usah bilang tambah garem biar enak!).

Pagi hari gue udah nyampe kantor karena beruntungnya gue bisa nebeng sama seorang cowok (yang gue gak perlu gue sebut identitasnya karena nanti malah bakal nyeritain doi). Dengan perasaan bahagia, gue melangkah masuk ke kantor gue yang letaknya di daerah super-gersang yang pernah gue singgahi selama hidup didunia ini. Gue berharap akibat penyakit flu gue ini dan gue udah gak masuk di hari jumat kemarin, setengah pekerjaan gue udah beres total dan gak ada lagi yang menumpuk di laci. Tapi inilah yang akhirnya gue jadi bawahan terus. Dengan tampang bego gue masuk ruangan kerja gue n mandangin meja gue yang SUPER BERANTAKAN!! BENER - BENER BERANTAKAN!!!!

Gue gak abis pikir dan gue shock serta nyaris pingsan! Gue yang abis sakit dan terkapar dihari jumat kemarin harus menghadapi cobaan hidup yang begitu berat dan menyedihkan ini *backsound mellow.

Gue pengen ngamuk rasanya dan gue pengen obrak abrik seluruh isi meja itu sampe meja meja yang lain biar begitu bos gue dateng, beliau bisa lihat betapa 'SAKIT'-nya gue. Kepala gue masih kleyengan dan seluruh kertas di meja makin bikin gue tambah kleyengan. Gue sukses benci hari ini lagi. "I HATE MONDAY" yaiikkss..

Alhasil saat ini gue masih mengerjakan segala tetek bengek (gue gak paham sama kata - kata "tetek bengek", udah jelas - jelas itu dua kata yang menunjukkan benda yang berbeda tapi kenapa disatuin dan bisa punya arti? tetek lu tau sendiri gak perlu gue jelasin artinya apa, pokoknya menunjukkan sebuah benda yang sangat disukai oleh anak - anak balita dan pria dewasa (mungkin pria dewasa ini gak ngalamin masa - masa anak - anak kali yah). Lalu bengek menunjuk arti kalo lo lagi ingusan parah banget sampe gak bisa napas dan setiap saat dari hidup lo keluar semacam lendir menjijikan yang warnanya bervariasi bisa kuning kental, hijau tosca, putih, bening, kecokelatan, dan mungkin merah kalau sampe parah (sumpah gue enek bayangin ini semua). lihat kan? betapa anehnya bahasa kita ini.

Gue beneran udah mulai merasakan gejala mual kayak ibu - ibu yang lagi hamil 3 bulan. Kerjaan ini, mulai dari bikin print budget, bikin memo, bikin PO, bikin surat surat, sampai harus tau jadwal bos gue pergi kemana - mana.. Puuiihh... Pekerjaan yang campur aduk... Antara Sekretaris dan Admin, gue gak tau pasti tapi yang jelas gaji gue cuma buat gaji satu orang doank.. Hiikkkksssssss..

Sekarang jam 12, saatnya makan siang.. Gue out dulu, nanti gue lanjut lagi.. Okee...