Kamis, 21 Juli 2011

Kenapa harus punya pacar?



Banyak orang bertanya sama gue.

"Ya lo kenapa gak punya pacar?"

"Ya cowo lo anak mana?"

"Ya malem mingguan sama siapa?"

atau bahkan ada yang bilang

"Ya, kenapa sih gak terima aja cowo yang suka sama lo. Lo mau apa jadi perawan tua lantaran pilih - pilih sampe seumur sekarang?"

What the hell yeah!!!! I'm 20 years old right now and I'm still young!!

Kenapa sih orang - orang itu? Jujur gue gak ngerti dengan pandangan masyarakat pada umumnya yang terikat sama suatu "KEHARUSAN" yang sebenarnya gak "HARUS" dilaksanakan. Gue tau, punya pacar itu sah. Tapi, sejak kapan punya pacar menjadi semacam KEWAJIBAN diantara masyarakat kita yang demokratis ini? Apa menurut mereka, punya pacar itu wajib di usia - usia seperti gue ini?

Jawabannya absolutly NO!

Punya pacar itu pilihan bro. Setiap orang berhak memilih apa yang menjadi keputusan terbaik didalam hidupnya. Dan dalam sudut pandang gue, sungguh lucu ketika dengan gamblang gue bilang keseluruh dunia kalau gue Single dan gue gak suka pacaran tapi orang malah terheran - heran sama keputusan gue ini.

Yaiiikksss, apa yang salah????!!

Sekarang gini coba kalian pikirkan secara matang. Pemikiran yang berdasarkan pandangan luas mengenai kehidupan, bukan pemikiran dangkal yang dipasung sama hasil konvensi masyarakat.

Lo masih muda, masa depan lo masih terbentang luas diantara banyaknya pilihan yang bisa dengan mudah lo pilih. Lo punya banyak angan - angan dan ekspektasi didalam kehidupan lo. Lo punya target - target yang harus lo capai demi meningkatkan kualitas kehidupan lo. Dari sini kemudian lo berpikir bahwa, kenyataannya punya pacar tak seindah dibayangannya. Kenapa? Ketika lo punya pacar lo berarti memiliki lagi satu beban moril didalam hidup lo. Kenapa beban?

Banyak orang naif didunia dengan bilang bahwa dengan berpacaran lo bisa berbagi suka duka dan beban. Jawaban yang salah total! Sejak kapan, segala masalah dalam hidup lo bisa dilimpahkan begitu aja ke orang lain yang dikatakan sebagai 'Pacar'? Sejak kapan sebuah beban dalam hidup lo bisa dibagi dua dengan orang lain padahal sudah jelas segala hal hanya akan terselesaikan oleh diri kita sendiri. Inilah yang salah dari pemahaman orang. Orang terlalu terkungkung kuat oleh keinginan - keinginan hingga akhirnya merasa bahwa itu sebuah kebutuhan lalu bertransformasi menjadi kewajiban. Sungguh lucu.

Keputusan untuk menjadi "SINGLE" merupakan keputusan mudah, namun bukan keputusan main-main. Berdasarkan hasil pengamatan gue yang lalu gue cerna dalam sel - sel otak gue, bisa dikatakan hampir 80% orang yang punya pacar itu hidupnya gak bahagia? Hmmm, gak percaya? Lets think about this..

Ketika seseorang memutuskan pacaran, mereka pasti berharap sebuah kebahagiaan bisa hadir dan bertambah lengkap. Ketika seseorang diterima cintanya oleh orang lain betapa bahagianya dan dunia serasa luar biasa indah. Padahal coba pikirkan lagi.

Saat lo berpacaran, sesungguhnya perasaan gembira dan menggebu-gebu yang lo rasakan hanyalah sebuah kebahagiaan semu. Maksudnya? Ya, kebahagiaan yang bukan rasa bahagia sesungguhnya, bukan yang sejati. Semua rasa itu merupakan sebenarnya adalah (tarik nafas dalam - dalam) PENDERITAAN yang diperhalus! Wait, gue yakin banyak yang gak setuju. Tapi inilah kenyataannya.

Mungkin lo bisa tertawa gembira dengan pasangan lo dan merasa bahwa hidup lo lengkap. Tapi pernah bayangkan kalau tiba - tiba hal yang menyedihkan menimpa kebahagiaan kalian? Secara tiba - tiba dia yang lo cintai pergi meninggalkan lo demi kekasih yang lain. Dia yang lo sayangi seketika saja berubah dan bersikap acuh. Dia yang lo kasihi tiba - tiba pergi meninggalkan lo selamanya dan tak pernah kembali. Apa yang akan lo rasakan? Hancur.

Itukah kebahagiaan yang sejati? Gue rasa lo sendiri tau jawabannya. Semua penderitaan, hanya saja derita yang berbaju indah atas nama bahagia. Membuat siapa saja lupa daratan, lupa akan esensi kehidupan yang sebenarnya, lupa semuanya. Dan itulah yang membuat gue sampai pada titik dimana pertanyaan ini selalu muncul dalam benak gue,"kenapa harus punya pacar?"

Semua manusia bahkan makhluk apapun juga, selalu melangkah dalam rangka mencari kebahagiaan. Entah dengan cara apapun dan mungkin merugikan makhluk lain tapi sebenarnya semua bertujuan mencari kebahagiaan. Begitu juga dengan keputusan yang diambil oleh lo semua yang punya pacar. Pasti pacaran ditujukan demi mencari kebahagiaan, mencari pelengkap kehidupan. Gue gak melarang orang - orang untuk pacaran, sebab itu adalah hak dan tentu sebuah keputusan yang gue hormati untuk siapapun juga. Tapi, mulai saat ini mulailah berpikir bahwa berpacaran bukanlah bertujuan melengkapi kehidupan lo. Bukan sebagai tujuan prioritas dalam hidup lo. Justru jadikan pacaran sebagai modal lo didalam menjalani kehidupan yang penuh derita ini. Dengan pacaran lo akan belajar bagaimana caranya memberi tanpa harap meminta. Dengan pacaran lo bisa banyak belajar bagaimana rasanya disakiti hingga lo gak mampu lagi untuk tersenyum namun dengan ikhlas lo maafkan mereka yang menyakiti lo. Itulah tujuan pacaran yang sebenarnya.

Gue disini, masih mengetik blog gue ini dan sambil terus berpikir tidak enaknya memiliki ikatan dengan orang lain. Bukan berarti gue bukan makhluk sosial, hanya saja gue belajar banyak dari banyak orang mengenai sebuah keterikatan itu haruslah dikikis demi menuju kebahagiaan yang sejati. Begitu pula dalam hubungan pacaran. Bukan agar hidup lo menjadi lengkap dengan memiliki kekasih tapi lihatlah dunia secara sadar! Rasa ingin memiliki pacar karena kesunyian hati hanyalah manipulasi dari hasrat keinginan dan terus akan menjadi belenggu ketika kita tidak mau 'melihat' sebuah keindahan kesendirian didalam kehidupan ini.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

belum aja lu nemu yaa.... ntar kalo udah nemu, pas, cocok, klop, klik, wahh..

Anonim mengatakan...

Remember Me?

387-138