Rabu, 26 Desember 2012

Aku Sedang Membayangkan

Aku sedang membayangkan saat tubuh manusia yang kupuja terbaring tak berguna lalu peti matinya menutup untuk selamanya.
Aku sedang membayangkan bahwa bayang-bayang yang menghantuiku sepanjang perjalanan mencinta, akhirnya pergi tak bersisa.
Aku sedang membayangkan saat sisa terakhir dari nafas yang kuberikan untuk kita bagi dua, kurampas kembali agar utuh kini kugenggam sempurna.
Aku sedang membayangkan sesak yang kurasa setiap kali menyadari dia yang kupercaya telah mengkhianati keluguan sejati, meninggalkan cacat tak kuasa untuk kembali seperti semula.
Aku sedang membayangkan segalanya bisa kutanggalkan tanpa harus melihat kebelakang.
Aku sedang membayangkan aku mampu berdiri tegar, menatap dingin masa lalu dan berjuang akan masa depan.
Aku sedang membayangkan kalau aku bisa mengurangi kecanduanku akan rindu yang tak mampu ku sudahi.
Aku sedang membayangkan sakit pengkhianatan ini kulalui dengan bijaksana tanpa harus berurai air mata.
Aku sedang membayangkan jikalau nanti petang tiba, aku masih mengingatnya dalam ingatan maka kuputuskan untuk bercengkarama dengan semesta.
Aku sedang membayangkan keindahan kekuatanku beranjak pulih saat dia berpaling dariku.
Aku sedang membayangkan wajah lugu seakan suci tak pernah terlintas dalam sejarah kehidupan.
Aku sedang membayangkan gemetar yang kurasakan saat mengingat kenangan yang tampak abadi ternyata semu dan menyakitkan.
Aku sedang membayangkan detak jantungku memompa tak lazim ketika harus mengenggam kenyataan kepergiannya karena alasan tak relevan.
Aku sedang membayangkan kakiku mati rasa saat melangkah meninggalkan angan-angan.
Aku sedang membayangkan walau mataku berurai air mata, aku mampu menanggalkan sakit tak terkira tanpa berharap balasan setimpal.
Aku sedang membayangkan tumpukan kekesalan akan penderitaan karena pengkhiatan segera lenyap tanpa meninggalkan sedikit bayang-bayang.
Aku sedang membayangkan dan terus membayangkan hingga aku tak bisa membedakan eksistensi bayangan dan kenyataan.



-saat sisa-sisa tak pernah hilang-
26122012

Tidak ada komentar: