Minggu, 09 Desember 2012

Malam Murka

Sini kemari, datanglah padaku
Mari kita bercengkrama
Dalam kelam yang tak malu pada malam
Aku ingin mengajakmu terhanyut dalam lamunan
Sudah kukatakan berkali-kali padamu
Pada dunia yang tak pernah berpihak kepadaku
Aku benci sungguh benci
Hingga rasanya aku ingin bunuh saja
Biar semua usai saat ini juga
Agar tak ada lagi getir yang kurasa sampai datang petir
Air mata temanku selalu
Cacian ingin kurangkai di hati
Aku ingin mengumpat, membenci semua
Mereka hanya bisa mencemooh
Memandang sebelah mata kepada aku dan yang lain tanpa belas kasihan
Malam menghembuskan misterinya
Selalu begitu
Seperti halnya hidup yang tak pernah sekalipun mampu menjawab
Atas segala tanya
Serta kebencian yang ingin kupasung
Aku selalu menangis
Ketika kemiskinan kuceritakan kepada semua
Kapan aku bisa berceloteh tentang kemiskinan dalam tawa?
Beranggapan kemiskinan bukan sebuah permen pahit yang kukecap lama-lama
Itu hanyalah berupa lelucon bukan kenyataan sakit hati
Kemiskinan..
Kalau saja kau manusia
Sudah kukirim kau ke neraka
Agar tak satupun manusia terjerat dalam angkara murka




-kepada yang bercerita di malam hari saat kopi menyisakan ampas-
091212

Tidak ada komentar: