Selasa, 01 Januari 2013

Aku Tak Bisa Tidur Malam Ini

Aku tak bisa tidur malam ini. Memang malam masih tak mau usai oleh petasan dan kembang api yang membentang membelah angkasa. Memang dingin tak juga pergi walau aku sudah memutuskan percaya pada nyala api dari kayu yang bersatu dengan bensin. Memang pula perutku penuh oleh makanan yang menjejal tak tahu aturan sejak jarum jam memutar ke kanan, saat orang-orang bersorai dalam kembang api dan jutaan harapan. Semua tampak bahagia dan bersinar akan harapan baru yang mereka teriakan dalam hati. Berharap akan membaik di tahun baru walau pergantiannya hanya ironi. Sebab setiap hari kita memang berpadu pada waktu yang tak pernah tetap. Perubahan sudahlah pasti tapi mengapa tahun baru kita anggap sesuatu yang baru? Malam masih tetap kelam dan siang masih benderang, tak ada yang bisa kita lihat segalanya berbeda kecuali yang kita perbuat sehari-hari.

Aku tak bisa tidur malam ini. Sebab ingatan masih berkelana tak mau kembali. Mengajak sesuatu agar datang bersama untuk menggenapi. Itukah kamu? Dalam bayangan yang ingin ku genggam bersama angin yang menelan kegelisahan. Aku ingin puitis menghadapi serdadu rindu yang membuatku setengah sakit setengah bahagia. Aku ingin merajai segala penjuru agar semua tahu aku sedang terlalu rindu pada sesuatu yang semu. Bolehkah aku tampil dan berceloteh tentangmu? Setiap desah dan peluh yang ku dengar lewat angin yang cemburu padamu sebab aku terlalu memujamu. Aku selalu tahu meski engkau tak pernah se-inchi didekatku. Hatimu ingin dihangatkan dan kamu terlalu sunyi. Aku selalu tahu itu. Yang aku tak tahu adalah siapa yang kau inginkan untuk bersatu padu dengamu.

Aku tak bisa tidur malam ini. Angin telah meninggalkanku karena jengah yang tak terkira. Sudah bosan bertanggung jawab akan rindu yang tak pernah terjawab. Bosan pula harus berpura-pura tahu jawabannya. Ia tak mau menitipkan doa yang kuleburkan bersama semesta untuk kamu seorang anak manusia yang ku puja. Doa yang menjadi harapan disegala jalan hidup yang telah kumulai sejak bertahun yang lalu. Wujud sempurna dari keinginan yang tampil menjadi makhluk alam bernama engkau. Hingga seringkali membuat aku sesak jika mengingat. Pada segala yang terlampau sedikit namun berdampak luar biasa untukku. Kau yang sebenarnya tak pernah mengungkap rasa, mampu membuatku tak kuasa. Pada sesuatu yang mereka sebut cinta namun kuartikan ini sengsara.

Aku tak bisa tidur malam ini. Atau sebenarnya aku telah terbangun. Oleh mimpi singkat karena merindukanmu. Aku terbangun karena telah menyadari segalanya hanyalah perasaan ragu. Walau pernah kau titipkan sebuah rindu, nyatanya hanya sebuah retorika semu. Meski kau yakinkan itu, alam nyata mengatakan kau hanya melucu. Tak ada yang mesti kuanggap realita. Di malam yang membuat aku terjaga antara susah tidur atau karena aku telah tersadar, semua haruslah dilapang dada. Jika benar ini cinta, haruskah aku memilikimu hingga senja? Ada kalanya mereka berkata harus tapi aku tak peduli kata-kata semua. Aku hanya tahu bahwa aku tak bisa tidur malam ini. Dan ini permulaanku untuk menikmati mencintai sendiri tanpa memiliki.





-di malam sunyi-
010113

Tidak ada komentar: