Kamis, 17 Januari 2013

Hai, Hujan!

Hai, Hujan!
Bagaimana kamu sekarang?
Apakah sudah tenang?
Tidak mau tumpah ruah lagi seperti tadi?
Atau sekarang sedang mencari strategi hendak kemana?

Sejak kemarin orang-orang ribut karena kamu
Kamu nakutin
Hobi bikin orang pusing
Karena banjir yang dihasilkan kamu saking derasnya kamu turun
Banyak yang sengsara karena kamu
Orang-orang salahin kamu karena kamu gak bisa dikendalikan
Kamu bukan lagi jadi rintik hujan atau hujan deras
Tapi semua orang menjadikan kamu kambing hitam
Atas segala yang terjadi
Seperti macet, banjir, dan juga derita

Kasihan kamu
Padahal kamu kodrat alam
Padahal kamu diatur oleh semesta
Padahal kamu apa adanya
Tidak suka merekayasa gaya
Tidak suka pakai topeng biar dinilai sempurna
Kamu selalu menjadi dirimu sendiri
Apa dosamu?
Sehingga semua dilimpahkan kepada kamu?

Mereka lupa, itu bukan salahmu
Banjir bukan salahmu
Kau hanya menjadi kodrat Tuhan
Memberikan air alam agar semua makhluk menikmati
Kalau tak ada kamu, apa jadinya dunia manusia?
Hanya kemarau, pasti sengsara
Hanya panas, pasti semua orang mencaci
Pasti semua orang jadi mengumpat kamu
Kalau kamu tak kunjung menjamah dunia

Tapi, sekarang?
Bukan perbuatanmu banjir menggenang
Semua karena ulah mereka
Para manusia yang hobi menyalahkan
Membuang sampah sembarangan
Tidak peduli akan lingkungan sekitar
Bangga malahan kalau tidak menjaga kebersihan

Gedung-gedung pencakar langit
Mall-mall
Apartement mewah
Semua dibangun oleh manusia dan untuk manusia
Tidak memperdulikan kamu, hujan
Tidak mengkalkulasi kalau sewaktu-waktu kamu datang
Tidak  ingat bahwa kamu itu ramah
Suka datang tiba-tiba menyapa manusia
Memberikan sejuk dihati yang gerah

Hai, Hujan!
Malam telah datang
Semua orang masih waspada kalau kamu datang lagi
Namun, aku
Justru menunggu
Kamu hadir disini
Agar aku merasa ditemani




-dari penggemar beratmu-
Sang Penari Hujan

Tidak ada komentar: