Senin, 14 Januari 2013

Surat Dari Si Manusia Biasa, Bukan Siapa-Siapa


Kepada,
Kamu
Yang menawan sepi hingga aku menjadi lupa diri.



Aku ingin tertawa. Ditengah malam buta, aku ingin tertawa terbahak-bahak. Hingga rasanya aku ingin menangis. Entah apa yang kutangisi atau kutertawakan, tapi malam memang selalu setia menjadi teman saat dibutuhkan.

Kupandangi semua kertas surat dan juga amplop yang kubeli sampai berpak-pak. Kertas warna-warni yang sengaja kupilihkan untuk kamu. Kubeli beberapa minggu lalu ketika seorang pria mengajakku bermalam minggu. Tapi, miris semua yang kubeli ini hanya untuk kamu bukan untuk dia.

Ya, kamu. K-A-M-U. Tidakkah kamu sadar? Kamu itu manusia. Makhluk yang aku pikir tadinya dewa. Kamu yang menjelma tak biasa disini, didalam tempat aku biasa menyembunyikan jati diri. Dimana aku biasanya mampu memakai topeng untuk mendustai nyata akan dunia. Tapi, kamu mampu. Mampu membuat aku bertransformasi dan menyadari bahwa sejatinya aku juga makhluk duniawi yang mampu mencintai.

Ya, kamu. K-A-M-U. Beberapa waktu yang lalu pernah mengatakan padaku. Lewat caramu yang sendu dan juga sering melucu. Kau bilang bahwa kau hobi menulis surat. Kau si manusia yang membuat aku berpikir betapa uniknya kamu. Tak pernah sekalipun aku pernah menulis surat lewat tukang pos, tapi kamu mampu membuatku berpikir dua kali bahwa tidak ada salahnya aku mulai menyayangi pak pos. Katamu, cara sederhana dan tradisional lebih mengasikkan ketimbang cara-cara kemajuan teknologi seperti sekarang. Menulis surat lewat surat pos lebih menyenangkan daripada lewat e-mail.

Aku. Ya, A-K-U. Hanya bisa diam mendengarkan celotehmu yang selalu diselingi tawa renyah seperti kue jahe. Aku fokus mendengarkanmu atau sebenarnya hanya terbuai oleh khayalanku untuk menulis surat padamu? Padahal tak pernah sekalipun kau memintaku dengan keseriusanmu bahwa aku harus menulis surat untukmu. Tapi ide gila ini entah muncul dari mana. Aku tidak bisa menerka bahkan mampu menjelaskan. Semua mengalir begitu saja dan tentu saja aku tak tahu hendak menuliskan apa untukmu.

Malam semakin larut dan aku sama sekali tak mengantuk. Aku hanya ingin terus menulis untukmu. Mengungkap rasa lewat asa. Ingin berbagi cerita saat suka milik kita berdua. Tapi, benarkah aku mampu membuat jadi nyata? Jika saja, kau secepat itu meninggalkan aku tanpa sisa?

K-A-M-U. Ya. Kamu. Makhluk biasa sejatinya. Namun, sekejap saja dapat membuatku jatuh cinta. Tanpa pengorbanan, tanpa air mata, tanpa kata-kata cinta, kau renggut kesendirian yang telah aku cintai tanpa mau berbagi. Begitu saja, begitu mudah, hingga kemudian aku jadi sesak sendiri. Jika memang kamu masih ada, entah dimana, atau disuatu tempat yang membuatmu bahagia, aku hanya ingin menitipkan doa. Semoga kamu dapat menemukan cintamu, seperti aku telah menemukan cintaku. Yaitu, k-a-m-u.




Salam Hangat,
Aku
Si manusia biasa bukan siapa-siapa

Tidak ada komentar: