Senin, 18 Maret 2013

AKAR KUCING: SI TANAMAN YANG DI SUKAI KUCING




Pernah mendengar tanaman Akar Kucing? Jujur saya baru mendengar nama tersebut beberapa bulan lalu. Saudara saya menyarankan untuk mengkonsumsi tanaman tersebut karena katanya bagus untuk kesehatan. Kenapa namanya Akar Kucing? Cerita dari saudara saya, kucing sangat suka akar tanaman tersebut dan hanya memakan akarnya saja. Jadi disebutnya Akar Kucing. Setelah makan, kucing akan menggeliat-geliat seperti manusia yang lagi pakai narkoba hehe.. Nge-fly gitu katanya.

Antara percaya enggak percaya, saya menemani mama saya mencari Akar Kucing ke daerah-daerah kampung dekat perumahan saya. Tanaman liar ini tumbuh di pinggir-pinggir jalan dan cara nge-test tanaman ini benar Akar Kucing atau bukan cukup mudah. Tinggal kasih ke kucing aja. Kalau di makan sudah 1000% dipastikan ini Akar Kucing.

Ternyata benar lho saudara-saudara! Saya ingin membuktikan sendiri fenomena kucing doyan tanaman. Saya melakukan percobaan pada tiga kucing dan semuanya doyan plus kucing-kucing yang lain malah datang pengen ikutan makan haha..





Percobaan saya terhadap satu kucing pertama tidak membuat saya percaya begitu saja. Siapa tahu kucing pertama yang saya kasih Akar Kucing memang vegetarian. Akhirnya setelah Akar Kucing sudah di potong-potong oleh mama, saya kasih ke dua kucing yang berbeda. Dan hasilnya? Kucing tersebut juga suka!




Dan bahkan kucing yang ketiga sampai menghampiri tempat yang digunakan mama untuk memotong-motong Akar Kucing tersebut!



Berdasarkan penelitian yang terdapat pada Journal Agriculture Food Chemical, tumbuhan dengan nama latin Acalypha Indica merupakan tanaman perdu yang termasuk famili Euphorbiaceae, ditemukan senyawa fenol dan flavanoid. Daun, batang dan akar mengandung saponin dan tanin. Batangnya juga mengandung flavonoida dan daunnya mengandung minyak asiri. Senyawa fenol bersifat antibakteri, anti radang dan aktif dapat menghilangkan rasa sakit setempat, mencegah bahkan menyembuhkan rematik artritis. Senyawa flavanoid bersifat antioksidan, yang dipercaya dapat menghambat pembentukan asam urat.

Setiap bagian tanaman digunakan secara tradisional untuk pengobatan berbagai penyakit. Buahnya digunakan untuk asma, batuk, brokhitis, dan nyeri telinga. Seluruh bagian tanaman digunakan sebagai ekspektoran (pelega tenggorokan), laksatif (pencahar), peluruh kencing, radang paru, dan penyakit sendi. Daunnya bisa digunakan pada penyakit kulit seperti skabies. Berbagai penelitian juga menyebutkan adanya efek antimokroba (anti kuman) dan aktivitas penyembuhan luka dari ekstrak akar kucing. Umumnya orang menggunakan bagian akarnya untuk menangani penyakit asam urat.

Jadi, apakah kalian mau coba? Jangan lupa test ke kucing dahulu yaaaaa... hehe


alp
180313