Selasa, 07 April 2015

Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Resign

Punya pekerjaan tetap, gaji besar, kerja di perusahaan bagus dan jenis pekerjaan yang kita minati, adalah sebuah berkah yang luar biasa. Jarang sekali ada orang yang bisa mendapatkan semua poin diatas. Kalau gajinya besar yah belum tentu jenis kerjaannya kita suka. Atau yang seringnya itu, kalau sudah pekerjaannya tetap, di perusahaan bagus, eh gajinya segitu-gitu aja. Ironis.

Bekerja adalah semacam kewajiban di dunia manusia dewasa. Secara materi, kesuksesan manusia dapat ditinjau dari apa pekerjaannya. Dari pekerjaannya juga kita bisa mengira-ngira berapa besar gajinya. Orang dewasa dan pekerjaan bagaikan dua muka koin yang terpisahkan. Saling melengkapi. Saling menunjang. Menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat.

Namun, yang menjadi tanda tanya besar adalah, bagaimana kalau orang dewasa tidak punya pekerjaan alias pengangguran? Apakah kedewasaannya diragukan? Atau apakah ia juga diragukan jadi manusia? Hehehe. Jangan patah semangat dulu. Berikut beberapa tips dari saya untuk kamu yang memang berniat resign dari kerjaan.

1.    Berpikir Sebelum Memutuskan
Sebelum memutuskan menjadi seorang pengangguran, ada baiknya kamu membuat keputusan yang matang. Entah karena pekerjaan yang monoton, sedang jenuh bekerja, atau ingin mewujudkan keliling dunia, sebaiknya kamu pikirkan lebih matang sebelum mengajukan surat resign. Karena sekali surat sudah disetujui, enggak bakalan bisa ditarik lagi. Meski mungkin atasan enggak setuju dengan pengajuan resign kamu, tapi buat saya sih ini namanya harga diri. Ketegasan adalah hal yang penting. Jadi kalau memang sudah memutuskan resign yah harus tetap resign. Kalau memang masih ada ganjalan kayak ‘nanti gimana melanjutkan hidup setiap bulan?’ mendingan resign-nya kapan-kapan aja.

2.    Siap Mental Sebelum Diserbu Pertanyaan
Nah, akhirnya kamu berani resign! SELAMAT! Karena memang memutuskan untuk keluar dari sebuah pekerjaan bukanlah sesuatu yang mudah. Ada banyak konsekuensi yang harus ditanggung. Misalnya pertanyaan banyak orang ‘kenapa kok nganggur?’ ‘kerja dimana sekarang?’ ‘memangnya sudah dapat pekerjaan yang baru, yah?’ dan berbagai pertanyaan-pertanyaan lainnya yang sifatnya terlalu kepo. Jangan kesel. Hal itu wajar saja karena idealnya adalah orang dewasa itu bekerja. Terlebih lagi kalau semua orang terbiasa melihat kamu adalah pekerja keras. Keputusan resign mendadak bakalan jadi tanda tanya besar buat mereka. Tenang. Solusinya sederhana. Kamu cukup tersenyum dan jelaskan yang sebenarnya. Jangan pernah terlihat putus asa ketika menceritakan alasannya. Tampil tegar dan percaya diri adalah kunci untuk membuat orang-orang kepo itu keok. Karena beda antara orang kepo dan peduli adalah orang kepo hanya sekedar ingin tahu untuk gosipin kamu. Beda dengan orang peduli yang justru malah berusaha nyari informasi kerjaan baru untuk kamu.

3.    Tabungan Untuk Melanjutkan Hidup
Kalau kamu lahir dari keluarga kaya dan orang tua kamu tetap kasih jatah bulanan meskipun kamu kerja, mungkin kamu enggak perlu pusingin masalah uang setelah kamu resign. Tapiiii, menurut saya sih yang namanya orang dewasa itu harusnya tetap bisa mandiri tanpa bantuan orang tua meskipun ia anaknya orang kaya. Jadi, mau anak orang kaya atau anak orang biasa aja, harusnya tetap bisa komitmen penuh sama yang namanya kemandirian. Terutama masalah finansial. Sebelum memutuskan berhenti bekerja, penting banget untuk punya tabungan yang cukup untuk kehidupan kamu selanjutnya. Hitung semua pengeluaran rutin setiap bulan dan pengeluaran mendadak kayak nonton konser, jalan-jalan, kulineran, dsb. Karena untuk selanjutnya kamu enggak punya pemasukan, setiap bulannya hanya akan mengeluarkan uang. Kalau memang tabungan kamu belum mumpuni, mending ditahan dulu aja deh resign-nya. Walau kamu udah bosen banget kerja, anggap aja kerjaan kamu dituker uang untuk bersenang-senang nantinya. Oke. SemangKa!

4.    Rencana Selanjutnya
Rencana selanjutnya adalah hal penting yang WAJIB kamu miliki setelah kamu benar-benar jadi pengangguran. Kalau kamu resign karena kamu bosen kerja, kamu harus punya rencana untuk pergi jalan-jalan ke suatu tempat yang kamu idamkan sejak lama. Kalau kamu resign karena penat sama kemacetan kota Jakarta, kamu lebih baik pilih liburan ke tempat yang sunyi atau mungkin cari kerjaan baru yang jauh dari hiruk-pikuk kota metropolitan. Kalau kamu resign karena bosen sama kerjaan monoton kamu, mungkin sebaiknya kamu ngelamar kerja di sebuah perusahaan yang beda bidang dengan pekerjaan lama kamu. Ada banyak alasan kenapa kamu resign tetapi tetaplah buat rencana yang matang untuk masa depanmu selanjutnya. Enggak selamanya kan kamu niat nganggur terus-terusan? Yah, walaupun masa depan memang enggak pasti. Siapa tahu aja kamu ketemu cowok tajir seganteng Chris Evan waktu liburan ke Maladewa lalu ngajak kamu nikah. Hehehe. Masa depan memang enggak pasti, tapi seenggaknya kamu sudah nyusun rencana.


Itu aja tips-tips dari saya. Semoga aja bermanfaat untuk kalian yang berniat keluar dari pekerjaan. Ingat. Resign atau bertahan di sebuah pekerjaan adalah pilihan hidup. Sekali sudah memutuskan, jangan pernah menyesalinya. Malah jadikan keputusan itu sebagai pilihan terbaik dalam kehidupan kita. Good luck, felas!

Tidak ada komentar: