Jumat, 04 Desember 2015

Hello December!

Kayaknya agak telat kalau saya masih bilang "HELLO" untuk Desember yang sudah memasuki hari keempat saat saya menulis postingan ini. Tak apalah telat yang penting update blog hehehe. Akhir tahun 2015 tinggal menghitung hari, tetapi sesuatu yang baru tidak harus selalu di awal tahun kan? Karena nyatanya, ada hal baru di dalam hidup saya menjelang penghunjung tahun. Yap, saya akhirnya kerja! Hahaha setelah cukup lama kebanyakan luntang-lantung gara-gara menyelesaikan skripsi yang tak kunjung usai dan sibuk interview kerja sana-sini, akhirnya saya mendapatkan pekerjaan. Ini yang saya inginkan selama ini. Bekerja di industri media dan menjadi seorang Presenter. Presenter lho presenter, yang selalu wara-wiri di layar kaca. Entah kenapa, menurut pandangan saya, menjadi seorang presenter itu merupakan pekerjaan yang lengkap. Selain harus selalu enak dipandang, presenter juga selalu tampak cerdas, dan percaya diri. Memang sih, urusan belakang layar itu pasti penuh dengan persiapan matang, makanya enggak heran kalau presenter selalu keliatan paling tahu karena memang kerja sama tim yang solid saling bantu cari bahan berita. Cuma yah sebagai penonton, kita hanya melihat hasil akhirnya saja tanpa melihat proses panjang di balik tayangan sebuah berita.Dan tetap pada pendirian saya, meskipun kerja sebagai presenter itu harus kerja tim, menjadi presenter bagi saya adalah sesuatu yang seru dan mengasyikan.

Sejak dulu impian saya bisa menjadi News Anchor kawakan seperti Najwa Sihab. Bukan saja kelihatan cantik terus, Najwa juga tampak sangat amat cerdas kalau bertanya. Apalagi sorotan matanya itu yang bikin orang merinding dan bingung mau lari dari pertanyaan dia yang tajam. Wah pokoknya jadi presenter politik dan berita itu kelihatan banget cerdasnya. Dituntut harus tahu semua informasi yang berat-berat. Tahulah sendiri pendapat umum bahwa obrolan berat dan cerdas pasti selalu dikaitkan dengan isu politik. Semua keseriusan tumpah ruah di dalam sajian berita politik dan enggak heran kalau News Anchor yang bicara soal politik, selalu dianggap paling cerdas.

Kembali soal pekerjaan baru saya. Bisa dibilang perjuangan saya untuk menjadi wartawan di media khusus berita sudah lumayan melelahkan. Beberapa kali bolak-balik interview yang pada akhirnya tidak membuahkan hasil saya diterima. Sedih, kecewa, dan sempet down karena saya pikir apa yang membuat saya jadi enggak diterima? Toh semua orang belajar dari awal kan? Apa saya sama sekali tidak punya potensi dibidang jurnalistik? Tetapi, jalan hidup saya berkata lain. Setelah mengalami fase-fase nge-down, sehari setelah saya ulang tahun mama saya mendapat kecelakaan berat dan mengharuskan beliau untuk di operasi. Selama sebulan saya fokus hanya menjaga mama. Saya sudah enggak mikir apa-apa lagi. Saya hanya ingin mama selamat dan sehat. Saya sudah enggak peduli saya dapat kerja atau enggak. Hidup saya untuk mama saya. Saya merawat mama semampu saya dan biarlah saya jadi pengangguran kalau memang bisa membuat mama saya cepat pulih sedia kala.

Namun, mungkin ini yang namanya jalan takdir, jalan Tuhan, jalan karma, apapun namanya, teman saya dulu di Bekasi Urban City menawari pekerjaan sebagai presenter. Saya langsung terima saja dan enggak pikir panjang. Saat itu mama saya sedang tahap penyembuhan dan ia berangsur-angsur lebih baik. Melihat kesempatan itu, saya langsung mengiyakan saja walaupun ternyata tawarannya menjadi seorang presenter bola. Apa bola? Iya bola. BOLA. B-O-L-A. Hahaha. Gila. Saya ngerti apa soal bola? Terakhir saya nonton bola waktu piala dunia. Itu juga sudah lupa pemain dan siapa yang menang. Saya memang suka nonton Piala Dunia atau Euro, tapi hanya sebatas nonton. Saya enggak ngerti kasus-kasus, pemain-pemain bola, atau berbagai isu mendetail tentang bola. Bukan hanya bola tetapi seluruh olahraga. Saya benar-benar orang awam di dunia olahraga. Tetapi, jangan sebut nama saya kalau saya enggak nekat. Hahaha.

Sejak dulu saya memang punya tingkat percaya diri yang kadang suka kelewatan. Kadang saya mikir apa urat malu saya sudah putus hehe. Kepercayaan diri itu sering jadi nekat. Dan saya memang nekat kalau akhirnya saya memutuskan untuk terjun ke dunia olahraga. Saya mau apa nanti di dalam sana? Tahu apa saya soal olahraga? Tapi, pede itulah yang akhirnya membawa saya sampai ke tahap ini. Yap, saya akhirnya dipercaya untuk membawa program informasi seputar dunia olahraga di kantor saya ini. Memang bukan stasiun televisi seperti yang saya idam-idamkan. Namun, ini adalah industri media. Tempat dimana impian saya telah dimulai. Meski bukan berkaitan dengan hobi saya menganalisis berita politik, tetap saja dunia olahraga adalah tantangan baru di hidup saya. Satu hal yang kemudian saya sadari bahwa dunia media, apapun bentuknya bukan hanya berita olahraga, tetapi semua aspek misalnya berita hiburan, tetap saja harus dipertanggung jawabkan kebenarannya. Jadi, bukan masalah ada di berita politik, ekonomi, atau jenis berita apa kita bekerja, tetapi bagaimana kita mengolah informasi itu. Karena ternyata semua jenis informasi itu sama sulitnya lho. So, semoga saja ini jalan terbaik saya untuk maju berkarir di industri media.

Tidak ada komentar: