Kamis, 14 Juli 2016

Flat Earth Bukan Kebenaran Baru. Flat Earth Sudah Ada Di Beberapa Tradisi Kuno.

Sudah nonton Youtube soal Flat Earth Theory? Atau mungkin kamu yang kritis sudah mulai mencari tahu soal Flat Earth ini? Well, di Indonesia teori ini memang lagi hangat-hangatnya diperbincangkan tapi sekedar info aja, sebenarnya saya sudah 'memikirkan' ini sudah lama hehe. Bukan mikir sih tapi lebih kepada menemukan dan kemudian saya amati soal fakta apakah Bumi atau Earth, tempat tinggal kita ini berbentuk bulat seperti bola? Atau justru sebenarnya bulat seperti lempengan alias flat?

Oke berikut saya kasih beberapa contohnya aja. Maklum karena keterbatasan frame jadi cuma bisa tampilin 6 aja.





1. Cakra Krishna
Siapa yang kenal Dewa Krishna? Saya rasa bukan cuma pemeluk agama Hindu aja yang tahu siapa Krishna. Krishna adalah titisan Dewa Vishnu atau Dewa Pemelihara yang merupakan bagian dari Trimurti atau 3 Dewa utama. Bukan tanpa sebab kalau penganut kepercayaan Hindu itu membuat personifikasi 3 Dewa Utama ini. Brahma sebagai simbol Kelahiran, Vishnu sebagai simbol Kehidupan, dan Siva sebagai simbol Kematian. 3 Dewa ini adalah siklus kehidupan kita sebagai makhluk fana. Nah, ada alasan pula kenapa senjata Krishna adalah sebuah Cakra yang begitu terkenal yaitu Sudarshana. Kalau digambarkan dari dekat, cakra ini ternyata... yap! Penggambaran 'Flat Earth'. Sebelum percaya atau menyanggah silahkan kalian cari sendiri kebenarannya.

2. Mesopotamia
Mesopotamia adalah kebudayaan tertua di antara dua sungai yaitu Eufrat dan Tigris. Sebelum menjadi Irak, dulunya bernama Uruk atau Unug, merupakan peradaban tertua yang lahir dari tempat bernama Eridu. Untuk info lengkapnya bisa baca buku Paul Kriwaczek, Babylonia : Mesopotamia dan Kelahiran Peradaban. Well, gambar diatas memang bukan gambar yang dibuat ribuan tahun sebelum masehi tapi gambaran itu hasil dari penemuan Cuneiform yang diterjemahkan oleh para Ilmuan. Untuk cuneiform yang mana saya tidak tahu, saya minta maaf karena informasi ini saya gali dengan cara terbatas dan berdasarkan referensi beberapa literatur.

3. Mesir
Nah, siapa yang tidak kenal Mesir? Mesir juga merupakan salah satu peradaban tertua yang ditemukan sampai saat ini. Mesir juga punya banyak dewa-dewi yang merupakan simbol dari berbagai situasi. Via google saya telusuri bentuk 'Flat Earth' versi Mesir ini.

4. Pohon Kehidupan Yggdrasil Skandinavian
Kalau yang ini sudah jadi favorit saya sejak baca buku J.R.R Tolkien yaitu The Lord of The Rings. Yup. Tolkien memang mengakui bahwa ia banyak terinspirasi dari mitologi Skandinavian atau mitologi milik bangsa Viking. Bahkan Tolkien menuliskan Middle Earth sama persis versi mitologi Skandinavian. Kenapa disebut 'Middle' atau Bumi Tengah? Pasti kalian mikirnya kisah itu terjadi di Eropa karena di peta kan letaknya di Tengah. Salah! Bumi Tengah adalah penggambaran kehidupan manusia, dimana bagian atas, pinggir, dan bawah itu didiami oleh makhluk-makhluk lain. Yggdrasil ini cukup fenomenal. Karena ingin memahami Pohon Kehidupan ini, Odin si Raja Para Dewa 'harus' mengorbankan sebelah matanya kepada sumur ilmu pengetahuan. Well, kenapa mata? Mata itu indera yang paling penting. Indera lain juga enggak kalah penting, tapi Mata adalah Jendela Dunia. Tanpa Mata kita tidak bisa membedakan keadaan-keadaan fisik luar. Andaikata bisa pun akan berbeda dengan orang yang punya dua mata yang masih sehat. Orang Skandinavian sudah sadar betul bahwa mata itu penting. 'Mengorbankan' mata adalah tindakan yang luar biasa dermawan. Akan tetapi, walaupun mata penting, mata juga mampu menangkap ilusi. Dan makna dari tindakan Odin adalah : untuk memahami Dunia dan Semesta buang jauh-jauh pandangan mata yang penuh ilusi. Sayangnya, kaum Illuminati ini salah arti dan malah menjadikan mata sebagai simbol mereka. Otomatis hingga detik ini orang-orang akan mengasumsikan kalau simbol mata adalah satanic.

5. Roda Dhamma
Apa intisari ajaran Buddhist? 4 Kesunyataan Mulia. Apa saja 4 hal itu? Hidup Adalah Dukkha, Sebab Musabab Dukkha, Lenyapnya Dukkha, dan Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha. Nah, kalau gitu apa Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha? Saya tidak mau menjelaskan terperinci karena itu gamblang dijelaskan di berbagai literatur. Kalian bisa cari sendiri by google. Oke, yang saya mau tekankan adalah simbol untuk Sang Jalan ini. Karena bentuk dari Jalan Beruas 8 ini seperti halnya Roda. Yup, Roda yang biasa disebut Roda Dhamma atau Roda Kebenaran. Pasti ada alasan maksud kenapa Buddha menggambarkan Kebenaran seperti Roda dan sepintas serupa dengan Cakra milik Krishna. Bukan tanpa sebab pastinya. Meski dibeberapa teks Buddhis saya belum menemukan penjelasan Buddha dalam hal ini secara gamblang, tapi Beliau selalu menekankan bahwa sejatinya Dunia dan Semesta adalah Diri Kita dan Kita adalah Semesta. Hal itu yang membangkitkan kesadaran agar kita untuk selalu berbuat kebajikan karena apa yang akan kita lakukan menghasilkan buah karma baik ataupun buruk. Nah, ajaran Buddha ini dibeberapa literatur kuno digambarkan bahwa tempat manusia tinggal ini ibaratnya ditengah dan diatas merupakan makhluk-makhluk yang memiliki banyak kebajikan dan dibawah merupakan tempat bagi mereka yang jarang berbuat kebajikan. Jika diamati mendetail tak ada bedanya dengan Yggdrasil milik Skandinavian.

6. Bhutan
Yang keenam tapi bukan yang terakhir adalah Bhutan. Ini adalah negara favorit saya. Meskipun belum pernah kesana tapi saya banyak mendengar tentang Bhutan yang Super Damai. Negara Miskin tapi Sangat Bahagia. Kok bisa? Bisa saja! Itu karena mereka menjalankan prinsip spiritualitas yang tinggi ditengah modernisasi. Masyarakat Bhutan tidak mengisolasi diri tetapi menerima modernisasi dengan dewasa dan bijaksana. Sungguh luar biasa. Oke balik ke soal 'Flat Earth'. Ternyata di Bhutan ini, sudah menggambarkan Bumi selayaknya lingkaran datar seperti gambar yang bisa kalian lihat di wikipedia Bhutan.

Saya menemukan fakta soal 'bentuk' Bumi sudah sejak lama dan ini terdapat secara gamblang diberbagai literatur. Hanya saja mungkin kebanyakan orang akan bilangnya bahwa itu cuma penggambaran aja. Imajinasi orang jaman dulu karena pengetahuan mereka masih sedikit. Eittss jangan salah! Orang-orang kuno itu jauh lebih pintar dari kita. Justru masyarakat modern yang mengalami kemunduran pengetahuan. Pengetahuan kita sekarang itu hanyalah pengembangan dari pengetahuan kuno.

Nah, setelah baca panjang lebar beberapa pendekatan yang saya rangkum tentang 'Flat Earth' itu bukan penemuan baru, apa pendapat kalian? Terutama untuk yang super religius dan selalu menghina nenek moyang kita semua primitif, kolot, dan percaya takhayul. Ini sih yang menyedihkan dari menyeruaknya fakta soal Flat Earth. Meskipun orang berlomba-lomba mencari, kalau mereka masih bilang nenek moyang atau peradaban kuno itu sesuatu yang salah dan takhayul sama saja kalian itu TETAP DIBODOHI oleh Bankir Illuminati dan Secret Society. Kenapa?

Just think about this. Agama nenek moyang yang kalian sebut aneh dan primitif itu yang saya sebut sebagai kepercayaan paganisme, adalah cikal bakal lahirnya agama-agama besar sekarang. Tentunya dengan beberapa perbaikan dan disesuaikan dengan kondisi berikutnya. Namun, bukan berarti agama sekarang yang 100% benar dan agama kuno salah. Sungguh deh kalau kalian masih mikir gini, kalian sungguh terlalu. Karena sebutan 'nenek moyang kita primitif' atau hanya sekumpulan masyarakat yang percaya takhayul adalah isu propaganda paling dahsyat yang dihembuskan. Kita semua di adu domba. Ateis vs Religius. Monotheis vs Polytheis. Yang bahagia siapa? Yah mereka-mereka juga. Kita bunuh-bunuhan dan perang karena merasa agama kita paling benar, yang untung siapa? Mereka-mereka juga.

Jadi, ayo kawan. Kita hentikan perang dan kebencian ini. Hentikan menyebut budaya kita primitif. Hentikan menyebut agama kuno penyembah berhala. Sejatinya mereka tidak pernah menyembah apapun. Mereka jelas jauh lebih cerdas dari kita semua karena mereka telah melihat semesta jauh sebelum kita memahami. Mereka juga telah melihat Ketuhanan dalam versi yang tanpa sekat. Segala dewa-dewi hanyalah bentuk penggambaran yang mereka ciptakan untuk memudahkan kita memahami. Bahwa sejatinya petir halilintar akan menggelegar seperti bunyi Godam dan kemudian dimiliki oleh Dewa Thor. Bahkan Zeus dan Jupiter pun punya senjata kilat yang serupa.

Jadi, demi terbukanya tabir kebenaran. Kita tidak hanya menikmati alur kisah dari kebohongan tentang Globe Earth tapi lebih dari itu kita seharusnya mengembangkan pemahaman dan penerimaan bahwa Paganisme dan Agama Modern seperti halnya Dewa Janus yang berwajah dua, sama-sama dari Koin Kehidupan yang sama. Sisi-sisinya saling menopang dan selaras agar kita memahami kehidupan yang sebenarnya.

Tidak ada komentar: