Sabtu, 08 Oktober 2016

7 Alasan Kenapa (Saya) Kuliah di Turki

Mendadak semua orang terkejut. Semuanya seakan tiba-tiba ketika saya update di berbagai sosial media mengenai informasi kalau saya akan kuliah ke Turki. Berbagai jenis tanggapan pun bermunculan. Mulai dari dugaan saya memilih Turki karena alasan percintaan sampai-sampai pertanyaan klasik, kenapa pilih Turki bukan negara-negara di benua Eropa atau bahkan Amerika? Bahkan banyak yang kebingungan dengan saya karena belum lama Turki diberitakan telah mengalami kudeta militer di negara mereka. Belum lagi banyak sekali ledakan bom yang terjadi di kota-kota besar di Turki selama beberapa waktu terakhir. Mengapa memilih negara konflik? Apa enggak takut sama ancaman ISIS atau kudeta lanjutan? Hmm, saya sudah sedikit-sedikit menjelaskan jenis-jenis pertanyaan seperti itu. Akan tetapi, rangkuman penjelasannya baru bisa saya tuliskan dalam blog ini setelah saya selesai sibuk urusan administrasi menuju Turki. Berikut ada 7 alasan kenapa saya pilih kuliah di Turki.


1. Beasiswa
Saat ini cari beasiswa itu tidak sesulit jaman waktu saya masih sekolah SMA dulu. Tidak perlu pintar secara akademis, siapapun berhak mendaftar beasiswa. Satu yang pasti, para pencari beasiswa biasanya jenis-jenis orang yang berani ambil resiko dan tidak mudah putus asa. Mencoba hal baru dan menyukai tantangan haruslah dimiliki saat seseorang memutuskan bersaing dalam pencarian beasiswa.
Ada banyak sekali jenis beasiswa yang ditawarkan di dunia ini. Mulai dari beasiswa parsial sampai full bahkan ada juga beasiswa yang memberikan uang jalan-jalan kepada penerimanya. Kebanyakan beasiswa yang nilainya menggiurkan memang adanya di negara-negara benua Eropa dan Amerika. Akan tetapi, negara Asia seperti Jepang pun tidak kalah dalam menarik minat beasiswa. Jadi, alasan pertama kenapa saya pilih kuliah ke Turki adalah karena alasan mendasar yaitu Beasiswa.
Saya selalu punya mimpi kalau saya ingin menyelesaikan jenjang S2 sebelum berusia 30 tahun. Namun, biaya pendidikan di Indonesia itu tidak tanggung-tanggung. Bahkan universitas negeri mahalnya menyamai universitas swasta. Saya pikir kalau saya hanya mengandalkan uang yang saya punya tentu tidak akan mencukupi biaya kuliah S2. Karena alasan sederhana inilah saya harus mencari beasiswa.
Di Turki ada banyak yayasan yang memberikan beasiswa. Namun, saya hanya mendaftar beasiswa yang asli dari pemerintah Turki. Saran saya untuk para pemburu beasiswa, kalian mesti teliti sebelum mendaftar. Kalau bisa cari beasiswa yang menjadi program pemerintah negara yang kalian tuju.


2. Belajar Bahasa Baru
Ada yang tanya, 'saya mau daftar beasiswa tapi bahasa Inggris saya pas-pasan. Bukannya syarat utama daftar beasiswa itu dari bahasa Inggrisnya?' jawabannya, ya betul sekali! Kebanyakan negara pemberi beasiswa memberikan standar nilai bahasa Inggris untuk pelamarnya. Namun, perlu di ingat. Tidak semua negara mau menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mereka. Sebut saja Rusia, Ceko, Perancis, dan banyak negara Eropa lainnya yang tidak mewajibkan nilai test bahasa Inggris kita, termasuk Turki. Karena apa? Karena di tahun pertama perkuliahan nantinya, kita akan diberikan satu tahun penuh belajar bahasa negara tersebut. Kalau memang begitu kenapa saya pilih Turki? Well, saya sudah mencoba otodidak belajar berbagai bahasa. Mulai dari Jepang, Korea, Perancis, Arab, bahkan bahasa Ibrani. Tapi, entah kenapa saat saya belajar bahasa Turki, saya lumayan cukup cepat paham. Memang banyak yang bilang grammar Turki itu akan menghancurkan grammar bahasa Inggris yang kita kuasai. Akan tetapi, buat saya pribadi belajar bahasa Turki itu asik. Terlebih lagi saya selalu bermimpi bisa bahasa asing lain selain bahasa Inggris. Jadi, kenapa enggak belajar Türkçe? Hehehe.
Oh ya, mengenai bahasa Turki ini adalah hal wajib yang saat kalian pilih beasiswa Turki. Meskipun universitas kalian nantinya menggunakan bahasa Inggris, kalian tetap harus lulus dan dapat sertifikasi C1 untuk bahasa Turki. Dan perlu di catat, ini gratis. Beasiswa pemerintah Turki juga menggratiskan belajar bahasa Turki selama setahun pertama di sana. Ini salah satu kelebihan beasiswa pemerintah Turki di banding beasiswa pemerintah di negeri Eropa lainnya. Biaya belajar bahasa selama setahun itu gratis!


3. Kesamaan Budaya Dengan Indonesia
Bicara soal Turki pastinya bicara soal sejarah. Yang seru dari hal ini, sejarah Turki dan Indonesia memiliki banyak kemiripan. Indonesia pernah berjaya di jaman Nusantara, sedangkan Turki pada saat kekaisaran Ottoman. Sama-sama memuja bapak pendiri bangsa yaitu Indonesia yang menghormati Soekarno dan Turki yang menghormati Mustafa Kemal Atatürk. Bahkan dalam kosakata berbahasa Indonesia dan Turki punya kata-kata yang sama. Bisa dilihat contohnya di tulisan saya sebelumnya yaitu : Homonim Dalam BahasaTurki dan Bahasa Indonesia. Karena kesamaan budaya inilah, enggak salah kalau para pelajar Indonesia banyak yang mulai melirik beasiswa di negeri bunga Tulip.


4. Memiliki Banyak Peninggalan Kebudayaan
Karena Turki memiliki sejarah yang panjang dimulai dari jaman perunggu dan menjadi salah satu bagian dari Mesopotamia kuno, tidak heran kalau situs arkeologi dan artefak banyak bertebaran di Turki. Jika mau melihat sisa sejarah Sumeria, pergilah ke selatan dan timur Turki. Kalau mau wisata Bizantium pergilah ke barat Turki. Wisata alam seperti gunung dan laut bercampur baur dengan wisata arkeologis yang membisu ribuan tahun silam. Turki yang kaya akan budaya menjadi harta bagi para pecinta dunia arkeologis seperti saya. Dan inilah salah satu saran utama saya kalau kalian memutuskan untuk mendaftar beasiswa. Kalian harus menyukai negara itu. Bukan sekedar belajar, dapet nilai bagus, dan lulus Sarjana. Tapi, lebih dari itu adalah pengalaman hidup yang nantinya menjadi modal kehidupan kalian. Terlebih lagi tanyakan dalam diri kalian sebelum daftar beasiswa, kenapa saya harus kesana? Ada apa disana yang disini saya tidak dapatkan? Pertanyaan seperti itulah yang nantinya akan mematangkan minat mendaftar beasiswa.


5. Banyak Tempat Wisata
Kata siapa kalau mendapat beasiswa kita cuma harus belajar? Salah. Justru kalian juga harus banyak berwisata. Semakin kalian santai dan wisata ke berbagai kota di negara itu, semakin kuat hubungan batin kalian dengan negara tersebut. Jadi, sah-sah aja kalau kalian menggunakan pribahasa, 'sambil menyelam minum air'.
Di Turki, tempat wisata itu ada banyak sekali pilihannya. Orang biasanya cuma menuju İstanbul, Ankara, İzmir. Mereka memang benar, 3 provisi besar itu menjadi tujuan menarik wisatawan. Namun, perlu di ingat. Turki itu bukan İstanbul. Kalian mesti cari tahu provinsi lainnya yang enggak kalah seksi. Contohnya? Mau lihat kuda Troy bisa ke Canakkale. Mau cobain kebab asli Turki yang rasanya spicy, asalnya dari Adana. Mau lihat situs sejarah bisa ke Sanliurfa atau Mardin. Mau lihat Alexandria kecil bisa ke Hatay. Mau sekalian ke Yunani atau Bulgaria bisa lewat Edirne. Turki yang terletak di Laut Hitam dan Mediterania adalah tempat strategis untuk memulai perjalanan.


6. Tempat Cuci Mata
Pertemuan antara benua Asia dan Eropa, tempat mana lagi yang enggak sekeren Turki? Gudangnya cowok cewek keren. Karena pencampuran ras, menjadikan penduduk Turki itu unik. Sebagian dari mereka ada yang cenderung kayak bule Eropa. Sebagian lagi lebih ke Arab. Ada yang campuran kuat keduanya.
Turki itu terbagi dalam 7 wilayah atau bölgesi. Setiap wilayah punya ciri khasnya masing-masing. Contoh sederhananya adalah Turki bagian Barat yang berdekatan dengan Yunani, memiliki ciri khas penduduk bermata biru dan rambut brunette. Beda sama Turki bagian Timur dan Selatan yang dekat dengan Irak dan Suriah, wajah mereka cenderung Arab dengan alis tebal dan hidung tajam. Bisa dipastikan wajah Turki yang perpaduan Eropa dan Asia bakalan membuat kamu puas cuci mata hehe.


7. Pergi Karena Memang Pilihan Kamu
Setelah baca 6 alasan saya diatas, mungkin yang tadinya enggak tertarik cari beasiswa di Turki mulai ada sedikit keinginan atau mungkin tetap enggak kepengen sama sekali kuliah disana. Enggak apa-apa. Itu masalah pilihan kamu kok. Jangan pernah daftar beasiswa karena ikut-ikutan. Ngeliat temen dapet beasiswa langsung mupeng. Ngeliat temen jalan-jalan di luar negeri karena kuliah langsung ngiri. Usahakan daftar beasiswa karena memang keinginan kamu sendiri.
Alasan terakhir inilah yang membuat saya memutuskan melangkah sampai sejauh ini. Jadi kalau masih ada yang duga karena masalah percintaan, jelas salah total. Saya mau cerita sedikit tentang keinginan saya ke Turki.
Sejak masa SMP saat pertama kali mendengar tentang kekaisaran Ottoman. Entah kenapa ada semacam gejolak kuat setelah saya mendengar kisah Turki pertama kali dari guru saya. Sebenarnya bukan cerita panjang lebar. Hanya singkatnya kekaisaran Ottoman ini pernah berkuasa lama di Asia Barat hingga Eropa. Saya tergila-gila sama sejarah Turki mulai dari zaman perunggu hingga menjadi negara yang berdiri dan kini di landa gejolak internal.

So, kenapa Turki? Sebaiknya pertanyaannya mulai di ganti. Kenapa bukan Turki? :D Merhaba Turkiye!