Gunung Meru : Pusat Alam Semesta

Gunung Meru atau Gunung Sineru

Dari beberapa tulisan sebelumnya, saya sering membagikan pengetahuan berdasarkan Ajaran Buddha dan Veda. Ingat ya Ajaran bukan Agama. Dari pembahasan tersebut para tukang mikir bisa menilai kalau antara Ajaran Buddha dan Veda memiliki persamaan dan juga perbedaan terutama dalam hal Kosmologi.


Beberapa perbedaannya terlebih dahulu yaitu mengenai lokasi Jambudvipa. Kalau menurut Veda, Jambudvipa adalah Bumi Manusia atau tempat manusia berpijak. Terdapat sekitar 9 Subdivisi wilayah didalam Jambudvipa. Sedangkan menurut Buddha Jambudvipa hanyalah Benua Selatan dari Gunung Meru atau Sineru. Masih ada 3 benua lain yang mengelilingi Gunung Meru.


Menurut catatan Buddha, Jambudvipa adalah pulau-pulau yang kita kenal saat ini dengan Nepal, India dan sekitarnya sebagai pusat dari Jambudvipa. Sedangkan 3 benua lain memiliki masa waktu yang berbeda dari kita maka itulah usia kitapun berbeda. Kita penghuni Jambudvipa enggak bisa seenaknya aja ke 3 benua tersebut karena terikat dengan masa waktu usia kita sendiri.


Perbedaan selanjutnya adalah mengenai terbentuknya alam semesta. Menurut Veda karena keterlibatan sosok penguasa pencipta alam semesta dan segala isinya. Hal ini dikarenakan konsep inti dari Ajaran Veda adalah Atman atau Atta atau AKU YANG KEKAL. Jadi meskipun Veda memiliki konsep reinkarnasi, Veda menyebut kalau Diri atau Sosok yang mengalami kelahiran kembali adalah tetap dan hanya berpindah tubuh tetapi misi atau tujuan hidup makhluk tersebut selalu sama.


Hal ini berbeda dengan konsep dari Ajaran Buddha yang juga sama-sama mengenal kelahiran kembali. Kelahiran kembali terjadi dikarenakan adanya gabungan unsur kesadaran-kesadaran yang membawa vipaka atau hasil karma pada perbuatan sebelumnya. Buddha juga mengakui adanya Dewa-Dewi dari alam surga dan hal ini tercatat dalam Sutta Pitaka yang menjelaskan banyak pertemuan terjadi antara Buddha dan makhluk-makhluk yang kita sebut Dewa-Dewi. Mereka ada seperti halnya kita sebagai manusia bukan sebagai objek pemujaan atau tempat meminta-minta. Jadi sangat memungkinkan jika perbuatan kita sangat buruk, kita bisa terlahir di alam sengsara atau kalau kita sangat bijaksana dan baik akan membawa kelahiran ke alam dimensi yang lebih tinggi. Konsep Buddha didasarkan pada pencerahan Buddha Gotama saat melihat AKU hanyalah gabungan unsur-unsur saja. Jadi menurut Buddha, TIDAK ADA AKU YANG KEKAL atau yang biasa dikenal dengan konsep Anatta atau TANPA AKU. 


Ajaran Buddha dan Veda meskipun memiliki beberapa corak perbedaan tertentu tetapi sepakat dalam beberapa hal :

  1. Pusat dari 1 Alam Semesta adalah Gunung Meru atau Gunung Sineru
  2. Di atas Gunung Meru atau Gunung Sineru adalah tempat tinggal Alam Dimensi Kehidupan yang lebih tinggi seperti Alam Surga dan Alam Brahma.
  3. Alam Semesta itu tidak terukur luasnya dan tidak akan mungkin bisa hanya diamati oleh mata fisik
  4. Alam Semesta atau hal-hal yang bersifat materi lainnya eksis karena hasil dari Batin atau Projeksi Mental
  5. Alam Semesta terbentuk dari proses Menyusut dan Mengembang dalam masa waktu yang tidak terhingga lamanya
  6. Setiap dimensi atau Bhumi atau Ruang di dalam Alam Semesta memiliki masa Waktu yang berbeda tergantung tingkat kualitas kesadaran kolektif makhluk yang tinggal disana. 
  7. Karena keterbatasan fisik manusia dan dipengaruhi kualitas batin manusia di era sekarang (menurut Veda saat ini kita di zaman Kali Yuga, menurut Buddha di Kalpa Turun) maka manusia tidak memiliki kemampuan untuk bisa melihat pengetahuan batin yang lebih tinggi.
  8. Segala benda langit yang berputar di garis edarnya ada keterlibatan makhluk-makhluk yang lebih maju secara pengetahuan yang di dalam pemahaman sekarang adalah makhluk gaib. Mereka menjadi makhluk gaib hanya karena ketidakmampuan kita melihat mereka.
  9. Selain manusia dan hewan ada alam-alam dimensi lain yang terbentuk dari hasil perbuatan kolektif makhluk-makhluk tersebut.
  10. Mengenalkan sistem satuan waktu yang disebut Kalpa atau Kappa


Jadi bisa kita simpulkan kalau Ajaran Buddha dan Veda itu seperti satu koin dengan dua wajah atau bisa juga kita analogikan seperti simbol Dewa Janus. Yang keduanya saling mendukung meskipun memandang jalan kearah yang berbeda. Veda berdasarkan konsep Atta sedangkan Buddha berdasarkan konsep Anatta. Karena hal inilah lahir agama Nusantara di masa silam yaitu Ciwa-Buda.


-Pikiranologi-

Komentar

Postingan Populer